SOLOPOS.COM - Ilustrasi menghitung uang. (Freepik)

Solopos.com,JAKARTA – Produk Domestik Bruto (PDB) atau pendapatan per kapita Indonesia berpotensi disalip oleh Vietnam jika pemerintah lengah.

“Ya kalau kita lengah ya sangat mungkin, karena itu kita harus melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dari sisi pembangunan Sumber Daya Manusia [SDM],” kata Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/1/2024).

Promosi Kinerja Positif, Telkom Raup Pendapatan Konsolidasi Rp149,2 Triliun pada 2023

Muhadjir menjelaskan parameter pendapatan per kapita Indonesia dan Vietnam memang tidak dapat disamakan karena populasi Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa, sedangkan Vietnam hanya 98 juta jiwa.

Namun demikian, ia mengakui Vietnam merupakan salah satu negara di ASEAN yang paling dinamis dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun SDM. Penduduk Vietnam juga dinilai memiliki etos kerja yang baik.

Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar Indonesia harus berwaspada agar jangan sampai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN bisa disalip oleh negara dengan populasi lebih kecil, seperti Vietnam dari segi PDB.

Muhadjir menilai bahwa kunci peningkatan PDB adalah pembangunan SDM yang dibentuk secara komprehensif, mulai dari pembangunan karakter, sains dan penguatan teknologi.

Di sisi lain, pembangunan SDM secara merata bukanlah pekerjaan mudah karena ketimpangan yang sangat tinggi antarprovinsi.

Ia menilai bahwa disparitas SDM di Indonesia sangat timpang, sehingga pemerintah harus membuat kebijakan yang dapat diterapkan secara nasional atau tidak bias ke perkotaan (urban biased).

“Kita harus lihat daerah-daerah ‘interland’, daerah jauh yang pertumbuhannya sangat berat. Dan itu tidak hanya nasional, wilayah pun terjadi disparitas,” kata Muhadjir.

Adapun kekhawatiran soal Vietnam menyalip Indonesia disampaikan oleh Presiden Joko Widodo seusai berkunjung ke negara tetangga tersebut pada 11-13 Januari 2024.

Presiden memerinci pendapatan per kapita Vietnam sudah mencapai US$4.200, sedangkan Indonesia mencapai US$5.100.

“Padahal Vietnam mulai 1975 baru selesai perang. Artinya 30 tahun duluan kita. Tapi mereka ngebut kenceng. Dan hati-hati ‘income’ per kapitanya melampaui kita. Kalau kita monoton dan santai saja bisa kelewat Vietnam, ini yang kita tidak mau,” kata Jokowi saat menghadiri Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/1/2024).

Target

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah menargetkan pendapatan atau income per kapita Indonesia pada tahun 2025 bisa mencapai US$5.500.

“Insyaallah 2025 yang akan datang pemerintah menargetkan bahwa income per kapita Indonesia bisa mencapai 5.500 dolar Amerika Serikat,” kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita di Padang, Senin (15/1/2024).

Hingga saat ini kata dia, industri manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian nasional atau pendapatan domestik bruto (PDB) yakni sebesar 16,9 persen. Angka itu masih yang tertinggi jika dibandingkan sektor pertanian, pariwisata dan bidang lainnya.

Dengan besarnya kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian nasional, Agus mengatakan pemerintah akan terus memberikan perhatian yang serius bagi keberlangsungan serta pengembangan industri manufaktur.

Untuk diketahui saat ini income per kapita Indonesia masih berada pada angka US$4.400, dan Indonesia telah masuk pada kelas medium/upper medium income country.

Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2045 Indonesia memiliki komitmen untuk menjadi lima besar negara kekuatan ekonomi di dunia. Selain itu, Indonesia diharapkan pula menjadi high income country (pendapatan per kapita US$12.695.

Tambahan informasi, pada tahun 2019 Indonesia masuk pada jajaran negara upper middle income country. Kemudian pada tahun 2020-2021 Indonesia turun ke lower middle income country. Hal itu tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Selanjutnya pada 2022 Indonesia kembali masuk ke level upper middle income country.

Untuk mewujudkan pembangunan Indonesia Emas pada tahun 2045, Ia menambahkan pemerintah memiliki empat strategi atau langkah yang akan dijalankan.

Pertama, pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, pembangunan ekonomi berkelanjutan, ketiga pemerataan pembangunan dan terakhir pemantapan ketahanan nasional serta tata kelola kepemerintahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya