Bisnis
Rabu, 1 November 2023 - 14:31 WIB

Didominasi Komoditas Beras, Inflasi Tahunan Oktober 2,56 Persen

Bayu Jatmiko Adi  /  Newswire  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi inflasi. (Freepik).

Solopos.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan komoditas beras menjadi penyumbang terbesar pada inflasi tahunan Oktober 2023 yang tercatat sebesar 2,56 persen (year-on-year/yoy).

Tingkat inflasi tahunan pada Oktober 2023 adalah 2,56 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 112,75 pada Oktober 2022 menjadi 115,64 pada Oktober 2023.

Advertisement

“Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah beras dengan andil 0,58 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Oktober 2023 di Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Selain beras, komoditas lainnya yang juga memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan adalah rokok kretek filter dengan andil inflasi sebesar 0,19 persen, daging ayam ras 0,10 persen, bawang putih 0,07 persen, dan rokok putih 0,07 persen.

Advertisement

Selain beras, komoditas lainnya yang juga memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan adalah rokok kretek filter dengan andil inflasi sebesar 0,19 persen, daging ayam ras 0,10 persen, bawang putih 0,07 persen, dan rokok putih 0,07 persen.

Dengan demikian, sesuai kelompoknya, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan Oktober, dengan inflasi sebesar 5,41 persen dan andil 1,39 persen.

Selain kelompok tersebut, lanjut Pudji, kelompok penyumbang inflasi terbesar lainnya adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,23 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok itu adalah biaya kontrak rumah 0,10 persen.

Advertisement

Adapun bila ditinjau berdasarkan wilayah, seluruh kota mengalami inflasi tahunan, di mana 54 kota mencatatkan IHK lebih tinggi dari inflasi nasional.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan, yakni sebesar 5,43 persen. Komoditas penyumbang inflasi pada kota tersebut adalah tarif angkutan udara dengan andil 1,15 persen, ikan segar 0,98 persen, beras 0,91 persen, rokok kretek filter 0,31 persen, dan daging ayam ras 0,23 persen.

Kota dengan inflasi tertinggi lainnya adalah Sumenep dengan inflasi 5,29 persen, Merauke 4,89 persen, Luwuk 4,25 persen, Kotabaru 4,12 persen, dan Maumere 4,07 persen. Sedangkan kota dengan inflasi terendah adalah Jayapura sebesar 1,43 persen.

Advertisement

Secara umum, BPS melaporkan perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,17 persen pada bulan Oktober 2023 jika dibanding dengan IHK bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Terjadi peningkatan IHK dari 115,44 pada September 2023 menjadi 115,64 pada Oktober 2023.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun ke tahun mencapai 2,56 persen (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender 1,80 persen (year-to-date/ytd).

Advertisement

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif