Bisnis
Senin, 1 Juli 2024 - 16:39 WIB

Kota Solo Alami Deflasi 2 Bulan Berturut-turut, Ini Pemicunya

Galih Aprilia Wibowo  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Peserta mengikuti rilis berita resmi statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Solo di Ruang Rapat Natapraja Kompleks Balai Kota Solo, Senin (1/7/2024). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SOLO–Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Solo mengalami deflasi selama dua bulan berturut-turut pada Mei-Juni 2024. Bulan Juni Solo mengalami deflasi sebesar 0,34% secara month to month (mtm) atau bulanan. Pada bulan sebelumnya Kota Solo juga mengalami deflasi sebesar 0,19%.

Kepala BPS Kota Solo, Ratna Setyowati, menguraikan komoditas yang menjadi penyumbang deflasi terbesar yaitu bawang merah (-0,11%). Selanjutnya, daging ayam ras (-0,08%), telur ayam ras (-0,06%), bawang putih (-0,03%), dan angkutan udara (-0,02%).

Advertisement

Lebih lanjut, dia menjelaskan inflasi secara mtm disumbang dari komoditas cabai rawit (0,05%), mobil (0,01%), emas perhiasan (0,01%), makanan hewan (0,01%), dan masker (0,01%).

“Pada 2024, deflasi baru terjadi di Bulan Januari, Mei, dan Juni ini. Artinya diawali dari tahun 2024, sudah terlihat bahwa penekanan harga untuk mencapai targetnya sudah nyata diupayakan. Dengan fenomena-fenomena yang terjadi di bulan-bulan terjadi baik itu di Bulan Februari, Maret,” kata Ratna dalam rilis berita resmi statistik di Ruang Rapat Natapraja Kompleks Balai Kota Solo, Senin (1/7/2024).

Advertisement

“Pada 2024, deflasi baru terjadi di Bulan Januari, Mei, dan Juni ini. Artinya diawali dari tahun 2024, sudah terlihat bahwa penekanan harga untuk mencapai targetnya sudah nyata diupayakan. Dengan fenomena-fenomena yang terjadi di bulan-bulan terjadi baik itu di Bulan Februari, Maret,” kata Ratna dalam rilis berita resmi statistik di Ruang Rapat Natapraja Kompleks Balai Kota Solo, Senin (1/7/2024).

Penekanan harga ini, sambung Ratna, terlihat dari kelompok pengeluaran yang menjadi andil deflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,48% dengan andil deflasi 0,38%.

“Deflasi sejalan dengan fenomena panen bawang merah serta penurunan harga yang ada di pasar, yaitu bawang merah, daging ayam, dan telur,” tambah Ratna.

Advertisement

Selanjutnya harga emas perhiasan juga memberikan andil inflasi sebesar 0,15%, nasi dengan lauk (0,14%), cabai merah (0,12%), dan gula pasir (0,10%).

“Untuk kelompok yang memberikan andil di sana [inflasi] hanya di kelompok perlengkapan peralatan dan informasi yang mengalami penurunan harga dibandingkan tahun Juni tahun lalu. Sedangkan di kelompok lainnya cenderung mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Produktivitas Panen

Ratna menjelaskan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga secara yoy, tercatat di perangkat telepon seluler (-0,03%). Selanjutnya, cabai rawit (-0,03%), tomat (-0,02%), kaus wanita (-0,02%), dan sabun cair (-0,02%).

Advertisement

“Inflasi disumbang oleh kelompok-kelompok makanan, minuman dan tembakau, karena di sana terjadi inflasi sebesar 5,85% dibandingkan bulan Juni tahun 2023. Jadi di Juni tahun 2023 itu kondisi inflasi yoy sebesar 3,73%. Bahwa tahun ini kondisi inflasi Kota Solo terkendali,” kata Ratna.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo Eko Nugroho Isbandijarso menambahkan deflasi yang disumbang dari produk pangan dipengaruhi produktivitas panen.

Di sisi lain, dalam rangka pengendalian harga beras di pasar telah dilakukan penyaluran bantuan pangan. Pihaknya juga getol menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 54 kelurahan secara bergantian.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif