SOLOPOS.COM - Taman Pracima atau Pracima Tuin di Pura Mangkunegaran Solo. Foto diambil Selasa (6/12/2022). (Solopos/Putut Hartanto)

Solopos.com, SOLO – Pengamat sejarah dan pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS), Insiwi Febriary, beranggapan masih ada beberapa objek pariwisata di Solo yang belum dieksplorasi.

“Kemungkinan dari keterbatasan dana ataupun kurangnya kreativitas untuk menampilkan keunikan obyek tersebut,” ujar Insiwi saat dihubungi Solopos.com, Jumat (15/9/2023). Namun, Insiwi mengapresiasi perubahan-perubahan kebijakan dari pemerintah Kota Solo yang mengemas obyek wisata sejarah di Solo lebih menarik.

Promosi Telkom dan Scala Jepang Dorong Inovasi Pertanian demi Keberlanjutan Pangan

Dia menyoroti eksistensi Vorstenlanden Pura Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Solo yang semakin diminati sebagai destinasi wisata. Menurutnya, apresiasi perlu diberikan terkait keterlibatan pemangku adat setempat yang terbuka terhadap pembaruan sehingga memberi manfaat positif bagi Pura Mangkunegaran, Keraton Kasunanan dan Kota Solo.

Dia juga meyakini Solo sudah layak menjadi single destination. Hal ini dia lihat dari infrastruktur yang lengkap, ragam obyek wisata budaya, dan sarana dan prasarana yang mendukung.

Insiwi juga mendukung kesinambungan kerja sama di daerah-daerah sekitar Soloraya. Menurutnya, hal itu membuat wisatawan memiliki banyak tujuan wisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah masing-masing.

Ketua Komunitas Solo Societeit, Dani Saptoni, mengakui Solo memang sudah menarik sebagai destinasi wisata. “Solo semakin menarik, tidak hanya dari luar Solo tetapi dari warga Solo sendiri merasa Solo semakin menarik. Kita juga harus menyadari Solo merupakan kota yang memiliki signifikansi budaya dan itu merupakan aset terbesarnya, sehingga menjual pariwisata Solo harus cukup kreatif mengemas sejarahnya juga,” ujar Dani saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Namun, Dani berharap pengetahuan budaya dan sejarah para guide tour wisata Solo bisa ditingkatkan agar wisatawan dapat memahami sejarah Kota Solo. Selain itu, Dani juga mengingatkan agar stakeholder pariwisata Solo bekerja sama menjaga landmark bersejarah Kota Solo. Dia berharap pembangunan pariwisata Kota Solo tidak akan merusak landmark Kota Solo sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya