Bisnis
Kamis, 4 Agustus 2022 - 11:28 WIB

Ketersediaan Stok Pertalite dan Solar di Posisi 19 Hari, Amankah?

Nyoman Ary Wahyudi  /  Ahmad Mufid Aryono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). (JIBI/Dwi Prasetya)

Solopos.com, JAKARTA–PT Pertamina Patra Niaga menyatakan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar rata-rata berada di posisi 19 hari.

Sebelumnya, Kementerian ESDM akan menambah kuota Pertalite dan Solar untuk memenuhi konsumsi yang meningkat hingga paruh kedua tahun ini.

Advertisement

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan ketahanan stok BBM bersubsidi itu dihadapkan dengan tren konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat seiring dengan pemulihan pandemi tahun ini.

“Sejak pulih dari pandemi, tren konsumsi terus meningkat. Hal ini mengingat roda perekonomian yang semakin berputar,” kata Irto saat dihubungi, Kamis (4/8/2022).

Advertisement

“Sejak pulih dari pandemi, tren konsumsi terus meningkat. Hal ini mengingat roda perekonomian yang semakin berputar,” kata Irto saat dihubungi, Kamis (4/8/2022).

Berdasarkan catatan Pertamina Patra Niaga per Juni 2022, ketahanan stok Pertalite berada di angka 19 hari dengan konsumsi mencapai 14,2 juta kiloliter (KL) dari kuota yang ditetapkan 23 juta KL.

Baca Juga: 220.000-an Mobil Terdaftar di MyPertamina, Beli Pertalite Seperti Biasa

Advertisement

“Untuk stok Pertalite dan Solar dalam posisi aman,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membeberkan keputusan akhir terkait dengan peraturan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar bakal rampung pekan depan.

Selain pembatasan, Arifin menyatakan pemerintah juga berencana untuk menambah kuota BBM bersubsidi pada paruh kedua tahun ini.

Advertisement

Arifin mengatakan pemerintah tengah melakukan pematangan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM yang sebelumnya ditarget rampung pada bulan ini sebagai petunjuk teknis dari program pembatasan konsumsi BBM murah tersebut.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Lagi, Cek Daftarnya!

“Minggu [Pekan] depan diharapkan sudah ada keputusan mengenai revisinya untuk segera diterbitkan Perpresnya,” kata Arifin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Advertisement

Menurut dia, pemerintah berupaya untuk tetap menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi itu pada bulan ini di tengah beban subsidi energi primer yang membengkak sejak awal tahun.

Apalagi, kata dia, rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi itu sudah menjadi amanat khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyusul harga minyak mentah dunia yang masih tertahan tinggi hingga pertengahan tahun ini.

“Kami tidak mau kekurangan BBM kan, BBM kan energinya ekonomi, hitung-hitungannya nanti tinggal dibuat,” ujar Arifin.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Kuota Bakal Ditambah, Pertamina Ungkap Stok BBM Pertalite dan Solar

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif