Bisnis
Senin, 13 Februari 2023 - 11:05 WIB

Kembangkan Produk Rokok Tanpa Asap, HM Sampoerna Investasi Rp2,79 Triliun

Annasa Rizki Kamalina  /  Iim Fathimah Timorria  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Salah satu pabrik PT HM Samporena Tbk tampak dari ketinggian. (Istimewa/sampoerna.com)

Solopos.com, JAKARTA — Emiten rokok afiliasi Philip Morris International (PMI), PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) merealisasikan investasi sebesar US$186 juta atau sekitar Rp2,79 triliun (kurs Jisdor BI 16 Januari Rp15.019) untuk penyelesaian pabrik produk tembakau tanpa asap IQOS dengan merek HEET.

Pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat tersebut telah beroperasi sejak kuartal IV/2022 dan memproduksi khusus untuk pasar ekspor maupun domestik.

Advertisement

Pekan lalu, HMSP melakukan ekspor perdana produk HEETS dengan destinasi pasar Asia Pasifik. Presiden Direktur HM Sampoerna Vassilis Gkatzelis mengharapkan investasi pabrik ini bisa menjadi bukti kepastian iklim investasi di Indonesia.

“Saya berharap, investasi kami turut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi dari dalam dan luar negeri,” kata Vassilis.

Advertisement

“Saya berharap, investasi kami turut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi dari dalam dan luar negeri,” kata Vassilis.

Dia mengatakan produk tembakau tanpa asap dikembangkan berdasarkan penelitian ilmiah dengan pendekatan pengurangan bahaya.

Vassilis mengatakan Philip Morris International telah mengembangkan ragam produk tembakau inovatif bebas asap tanpa proses pembakaran sebagai upaya memperkenalkan alternatif bagi perokok dewasa.

Advertisement

Salah satu produk tersebut adalah perangkat pemanas tembakau bernama IQOS. IQOS bekerja dengan memanaskan batang tembakau yang menggunakan tembakau asli tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90–95 persen lebih rendah dibandingkan dengan asap rokok.

“IQOS menggunakan perangkat elektronik untuk memanaskan tembakau, dan bukan membakarnya. Proses pemanasan berlangsung maksimal 350 derajat Celcius. Oleh karena itu, tidak ada api, abu, maupun asap,” tambah Vassilis.

Saat ini, produk bebas asap Philip Morris sudah tersedia di 70 pasar di seluruh dunia. Vassilis menjelaskan IQOS telah diperkenalkan di Indonesia melalui skema uji pasar terbatas sejak 2019 dan tersedia di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, Medan, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Balikpapan, dan Samarinda.

Advertisement

Dukungan Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual meresmikan fasilitas produksi dan pelepasan ekspor perdana produk tembakau inovatif bebas asap oleh PT HM Sampoerna Tbk.(HMSP) dengan nilai investasi US$186 juta atau Rp2,82 triliun.

Menko Airlangga menyampaikan pengembangan industri pengolahan tembakau yang inovatif terus didorong Pemerintah dan sekaligus diharapkan dapat meningkatkan investasi. Industri Pengolahan Tembakau juga memiliki multiplier effect yang luas dan menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja yang cukup tinggi.

“Investasi yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. ini diharapkan dapat memberi dampak positif dalam mendorong inovasi, serta penciptaan nilai ekonomi pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, ritel tradisional, kemitraan dengan petani, dan pengembangan R&D,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/1/2023).

Advertisement

HMSP baru saja melakukan ekspor perdana produk tembakau inovatif bebas asap ke Malaysia dan Filipina. Selanjutnya HMSP merencanakan ekspor ke 40 negara lainnya. Dari hasil investasi di Karawang, Jawa Barat, fasilitas produksi mulai beroperasi pada kuartal IV/2022 dengan kapasitas 15,45 miliar batang per tahun dan melibatkan kurang lebih 500 pekerja terampil yang didukung fasilitas penelitian dan pengembangan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa ekspor perdana produk tembakau inovatif ini merupakan bukti nyata bagian dari strategi salah satu sektor industri manufaktur.

“Jadi ini kita dapat dua nih, investasi dapat, untuk ekspor berarti kan ini mendorong neraca perdagangan kita. Kemudian multiplier effect-nya di sektor riil dapat semuanya,” pungkas Susiwijono.

Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi pemerintah Indonesia atas iklim investasi yang kondusif serta komitmen dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif