Bisnis
Sabtu, 19 Maret 2022 - 14:33 WIB

Ini Alasan Presiden Jokowi Hanya Beri Subsidi Minyak Goreng Curah

Newswire  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi minyak goreng curah. (Antaranews.com)

Solopos.com, JAKRTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut subsidi terhadap minyak goreng kemasan dan memutuskan hanya memberikan subsidi minyak goreng curah. Kantor Staf Presiden pun menerangkan alasan Presiden Jokowi memutuskan mengambil kebijakan itu.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Edy Priyono, kebijakan tersebut wujud kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan minyak goreng masyarakat dan menjaga keberlangsungan industri minyak goreng dalam negeri.

Advertisement

Dia menyatakan pemerintah di satu sisi sangat peduli terhadap kebutuhan masyarakat, tapi di sisi lain pemerintah menyadari industri ini harus berjalan terus. “Jadi Bapak Presiden ingin menjaga keseimbangan ini, yakni menjaga kepentingan masyarakat dan produsen,” kata Edy melalui siaran pers di Jakarta yang dikutip Antara, Sabtu (19/3/2022).

Baca juga: Stok Melimpah Seusai HET Minyak Goreng Dicabut, Ada Permainan Kartel?

Advertisement

Baca juga: Stok Melimpah Seusai HET Minyak Goreng Dicabut, Ada Permainan Kartel?

Dia mengakui tidak mudah dalam pelaksanaan kebijakan baru terkait minyak goreng tersebut. Hal itu karena pemerintah juga harus memastikan ketersediaan pasokan minyak goreng curah agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Terlebih dengan keluarnya kebijakan tersebut, akan membuka peluang pengguna minyak goreng kemasan beralih ke curah.

Pengawasan Lebih Maksimal

Selain itu, lanjut Edy Priyono, potensi terjadinya kebocoran pada distribusi juga akan semakin besar. Dia menegaskan hal itu membutuhkan pengawasan yang lebih maksimal, agar pemberian subsidi atas minyak goreng curah bisa tepat sasaran.

Advertisement

Baca juga: Pemerintah Harus Cegah Harga Minyak Goreng Melambung Terlalu Tinggi

Sebelumya diberitakan Pemerintah mencabut subsidi minyak goreng kemasan dan melepaskan ke harga keekonomian, serta memutuskan menyubsidi harga minyak goreng curah, menjadi sebesar Rp14.000 per liter. Subsidi diberikan dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas pada Selasa (15/3/2022), mengatakan kebijakan tersebut diambil pemerintah setelah memperhatikan situasi penyaluran dan keadaan distribusi minyak goreng saat ini. Selain itu, harga komoditas di pasar global yang terus naik.

Advertisement

“Termasuk minyak nabati dan di dalamnya juga termasuk minyak kelapa sawit,” jelas Airlangga Hartarto.

Baca juga: Warganet: Bu Mega, Rujak Pun Butuh Minyak Goreng

 

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif